kucing

Sabtu, 13 Agustus 2016

Tradisi Hari Raya Idul Fitri Di Indonesia




TRADISI HARI RAYA BESAR IDUL FITRI

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang tradisi hari raya besar idul fitri di indonesia ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Bapak Edi Fakhri selaku Dosen mata kuliah Ilmu budaya dasar yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
       saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai tradisi hari raya besar idul fitri. saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.









DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian idul fitri
2. Dampak hari raya idul fitri dan penyebabnya
2.1 Tinjauan sosial budaya
2.2 Tinjauan ekonomi
2.3 Tinjauan sarana transfortasi
3. Solusi dari dampak yang terjadi pada hari raya
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan.
Di hari lebaran masyarakat muslim di Indonesia biasanya melakukan mudik, yaitu orang yang bekerja di luar kota, dan akibat mudik tersebut jalan-jalan di Indonesia macet total. Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang spesial sekali. Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
Melihat kedaan ini, lebaran memang merupakan hari yang spesial sekali, karena dapat mempengaruhi tatanan hidup masyarakat, khusunya masyarakat Indonesia dari segi agama, segi sosial, dan budaya, serta segi ekonomi, maka dari itu saya tertarik ingin mengetahui lebih jauh tentang lebaran di tinjau dari ketiga segi. Dalam aspek kehidupan masyarakat Indonesia dan apa dampak terhadap lingkungan kehidupan kita semua, dan akan saya dokumentasikan dalam bentuk makalah ini.


BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN IDUL FITRI
Idul Fitri (Bahasa Arab:
عيد الفطر ‘Īdu l-Fir) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan menyelenggarakan Salat Ied bersama-sama di masjid-masjid, di tanah lapang, atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup menampung jamaah. Dan sebelum salat ied di lakukan imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat ied baru membayar zakatnya hukum nya sodakoh biasa bukan zakat.
Ditinjau dari segi agama jelas lebaran merupakan hari besar agama Islam, setiap muslim di dunia sangat menantikan datangnya hari lebaran. Lebaran merupakan hari kemenangan setiap muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan (kalender Hijriah). Di hari lebaran setiap muslim
Lebaran merupakan hari yang spesial dimana setiap muslim kembali ke fitrahnya, seolah-olah seperti bayi yang baru lahir ke dunia, dan pada malam lebaran setiap muslim wajib membayar zakat paling lambat sebelum shalat Idul Fitri selesai. Zakat berfungsi untuk menyucikan harta dan hati kita, lalu zakat yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu atau fakir miskin.
Hari lebaran memang hari yang sangat spesial karena di hari itu. Kita dapat menyambung tali silaturahmi yang mungkin ada yang sudah terputus sekian bulan lamanya. Di dalam Al-Qur'an juga kita diperintahkan supaya kita harus tetap mempererat tali silaturahmi dengan sesama muslim
Lebaran dan agama sangatlah erat kaitannya, bahkan tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya Setiap muslim memang wajib mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena hal itu sangat berguna bagi kita semua.

2. DAMPAK HARI RAYA IDUL FITRI DAN PENYEBABNYA
2.1 TINJAUAN SOSIAL BUDAYA
Di Indonesia lebaran sudah menjadi kebiasaan dan sudah menjadi adat istiadat., dimana setiap muslim biasanya merayakan dengan sangat antusias, di hari lebaran banyak hal-hal yang jarang di lihat di hari-hari biasa. Biasanya seminggu sebelum lebaran ruas-ruas jalan di seluruh Indonesia terjebak macet karena dalam lebaran kita akan mengenal budaya mudik atau pulang kampung yang biasanya mudik orang-orang yang bekerja di luar kota.
Di hari lebaran kita juga akan melihat beberapa makanan-makanan khas lebaran misalnya; ketupat, lontong sayur, opor ayam, dll. Bakhan setiap daerah memiliki makanan-makanan khas daerahnya sendiri. Dari segi sosial lebaran merupakan hari yang menyatukan setiap orang berbagai kelas sosial, biasanya mereka tidak mengenal siapa mereka, mereka tetap saling memaafkan satu sama lainnya, sehingga lingkungan menjadi rukun, aman, dan damai. Tapi ada juga yang kadang yang tak memanfaatkan moment lebaran ini dengan sebaik-baiknya, bisanya mereka mengandalkan imej dan ego mereka sendiri. Sehingga tetap tidak rukun yang sesanya bahkan keluarga mereka sendiri.
Di bulan Ramadhan dan di hari lebaran bisanya anak-anak suka bermain petasan dan kembang api, di pasar-pasar / warung banyak sekali orang berjualan petasan dan kembang api. Padahal petasan di larang oleh pemerintah karena dapat membahayakan keselamatan tapi mungkin karena sudah tradisi, tetap saja banyak orang yang menjual petasan sembunyi-sembunyi, bahkan ada.
Selain itu juga biasanya stasiun-stasiun televisi selalu menayangkan acara-acara yang berhubungan dengan bulan Ramadhan dan lebaran. Hal ini sangatlah baik supaya lebaran tetap pada hakikatnya yaitu hari kemenangan bagi muslim di Indonesia, bahkan di seluruh Indonesia. Satu hal lagi yang sudah menjadi budaya di hari lebaran yaitu yang berziarah ke kuburan keluarga kita, banyak sekali masyarakat yang datang untuk mendo’akan arwah-arwah kaluarganya, bahkan sekarang di Jakarta khusunya banyak sekali jasa-jasa yang mau mendo’akan atau memimpin do’a, biasanya orang-orang itu dari luar kota yang mengais rejeki yang mendo’akan orang yang meninggal.

2.2 TINJAUAN EKONOMI
Bisanya di bulan Ramadhan sampai lebaran harga-harga bahan pokok melonjak naik, harga BBM bisanya juga naik, minyak tanah, LPG, dan sebagainya ikut naik. Tapi masyarakat tetap membeli yang harus mereka beli, walaupun harga-harga sangat mahal. Hal ini jelas sekali sangatlah penting dalam lebaran, walaupun hal itu tidak diwajibkan. Dalam segi ekonomi kita membahas hanya seperti ini, karena semuanya sudah kita bahas dalam segi sebelumnya yaitu segi sosial budaya. Telah kita ketahui benar bahwa lebaran dalam sosial budaya dan segi ekonomi saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga tidak perlu di jelaskan lagi.

2.3 TINJAUAN SARANA TRANSPORTASI
Pada hari raya idul fitri tidak asing lagi kita akan melihat jalan-jalan akan macet yang di penuhi kendaraan-kendaraan yang ingin mudik ke kampung halaman. Tidak hanya di jalan raya saja yang terjadi penumpukan penumpang, tetapi kita juga akan melihat kejadian tersebut di stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara. Orang orang yang ingin mendapatkan tiket rela antri sampai beberapa hari, bahkan tidak jarang mereka sampai bermalam ditempat penjualan tiket, hanya untuk mendapatkan tiket dan untuk bertemu sanak saudaranya dikampung halaman. Hal ini memang sudah menjadi tradisi setiap akan menjelang hari Raya Idul Fitri.

kesimpulan dari paparan diatas yaitu, pada hari raya idul fitri yang sering terjadi adalah
- Melonjaknya harga-harga barang di pasaran (sembako) seperti harga daging sapi, cabe, sayur-sayuran dan lain-lain. Yang mengakibatkan harga-harga tersebut naik karena tingginya permintaan konsumen terhadap barang tersebut, namun persediaan terhadap barang tersebut kurang, sehingga terjadinya kenaikan harga barang tersebut.
- Jalur transportasi yang sangat ramai dikarenakan para masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya yang sekian lama merantau di kota lain demi mencari pekerjaan. Hal ini menyebabkan kemacetan di jalan-jalan, terutama di jalan yang dilalui jalur-jalur mudik. Tidak hanya di jalan darat saja, namun terjadi lonjakan penumpang yang mudik di pelabuhan-pelabuhan yang menggunakan jasa kapal, selain itu juga di bandara-bandara yang menggunakan jasa pesawat terbang.



3. SOLUSI DARI DAMPAK YANG TERJADI PADA HARI RAYA
Solusi dari semua masalah diatas akan dipaparkan dibawah ini :
Ø Kenaikan harga barang pada waktu menjelang lebaran sudahlah menjadi musiman setiap tahunnya, mulai dari harga barang kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik. Masyarakat pada umumnya sudah tahu dan bisa menduga hal itu sehingga untuk mengantisipasinya dilakukanlah pembelian barang jauh sebelum lebaran khususnya barang kebutuhan pokok yang tahan lama seperti beras, gula, minyak goreng, tepung dan barang lainnya yang digunakan untuk membuat makanan atau kue untuk dimakan pada saat lebaran.
Ø Kegiatan mudik di Hari Raya Idul Fitri merupakan sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang berada di rantau. Mereka biasa memanfaatkan momen ini sebagai salah satu cara mengobati kerinduan akan sanak keluarga dan juga suasana kampung halaman.tentu hal ini menyebabkan kemacetan yang sangat luar biasa, bahkan karena kemacetan ini sering menyebabkan meningkatnya kecelakaan lalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan ini pihak polisi, terutama bagian lalu lintas harus berupaya untuk meminimalisirkannya, baik dengan cara, yaitu :
1. Mempersipkan jalur alternatif yang bagus dan mendukung, jika terjadi kemacetan yang sangat parah.
2. Mempersiapkan dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak, terutama jalu-jalur yang dilewati pemudik.
3. Turun langsung ke jalan raya untuk mengatur jalur lalu lintas, agar para pemudik bersikap taat pada peraturan lalu lintas. Hal ini juga bisa berfungsi mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, yang sering terjadi akibat pemudik yang mengendarai kendaraannya tidak taat lalu lintas.
4. ”Pemerintah sebagai penyelenggara negara, diharap menciptakan kebijakan yang mampu berpihak kepada kenyamanan dan pengurangan kendaraan yang ada. Bila berani, kurangi produksi kendaraan, baik roda dua, empat maupun lebih dari sektor produksi. Atau, pemerintah diharapkan berani mengambil langkah untuk mengurangi volume kendaraan yang berlalu lalang pada hari raya”


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang spesial sekali. Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.

DAFTAR PUSTAKA
http://nesaci.com/contoh-kata-pengantar-makalah/ diunduh jum’at, 30 desember 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Fitri diunduh sabtu, 31 desember 2011
http://www.mediaindonesia.com/welcome/opinipublik_all/37/10 dinduh sabtu, 31 desember 2011





Minggu, 31 Juli 2016

Manusia Dan Harapan



PENGERT1AN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diii sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diii sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

B.      KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karcna ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Dalam tingkah laku, ucapan, perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar, bahwa ketidak benaran dalam bertindak, bemcap maupun bertindak dapat mencemarkan atau menjamhkan namanya, seperti peribahasa yang mengatakan, “sckali lancung kc ujian, selama hidup orang tak percaya”, karena im, wajariah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan, ketidakpastian, dan kedukaan.


Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1)       Teori koherensi atau konsistensi
Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh : setiap manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mati
2)       Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pemyataan itu beikorenponden (beihubungan) dengan obyek yang dituju oleh pemyataan tersebut.
Contoh : Jakarta itu ibukota republik Indonesia
3)       Teori pragmatis
Kebenaran suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.


Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengeijakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.



2.         Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau tertiadap kebenarannya. Ada ucapan yang beibunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang beijanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
3.         Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasaikan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir. Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rrakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dal am masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.
4.         Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
a)        meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b)        meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c)        meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya
d)        mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang beriebihan
e)        menekan perasaan negatif sepeiti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya