kucing

Selasa, 22 Desember 2015

Ketahanan Pangan Di Indonesia

Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat.
pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.
Bagi Indonesia, pangan sering diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama. Pengalaman telah membuktikan kepada kita bahwa gangguan pada ketahanan pangan seperti meningkatnya kenaikan harga beras pada waktu krisis ekonomi 1997/1998, yang berkembang menjadi krisis multidimensi, telah memicu kerawanan sosial yang membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.
Dengan pertimbangan pentingnya beras tersebut, Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan terutama yang bersumber dari peningkatan produksi dalam negeri. Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya semakin besar dengan sebaran populasi yang luas dan cakupan geografis yang tersebar. Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, Indonesia memerlukan ketersediaan pangan dalam jumlah mencukupi dan tersebar, yang memenuhi kecukupan konsumsi maupun stok nasional yang cukup sesuai persyaratan operasional logistik yang luas dan tersebar. Indonesia harus menjaga ketahanan pangannya.
Dengan pertimbangan permasalahan pangan tersebut di atas maka kebijaksanaan pangan nasional harus dapat mengakomodasikan dan menyeimbangkan antara aspek penawaran/produksi dan permintaan. Pengelolaan kedua aspek tersebut harus mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh menghadapi segala gejolak. Pengelolaannya harus dilakukan dengan optimal mengingat kedua aspek tersebut dapat tidak sejalan atau bertolak belakang.

Minggu, 22 November 2015

Pemuda dan Masyarakat

Didasari atau tidak, pemuda memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda merupakan aktor dalam pembangunan.
Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. 
Menurut saya pribadi, Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global.
Saya melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini masih banyak yang terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab mereka sebagai seorang pemuda. sehingga membuat Negara indonesia ini tidak dapat maju / berkembang. Adapun masalah lain yang turut menjadi pemicu terancamnya posisi pemuda adalah lemahnya pengawasan orang tua, keluarga, serta orang terdekat termasuk pula lemahnya pemahaman pemuda terhadap agama, melanggar tatanan hukum yang berlaku.
saya selaku pemuda indonesia juga dan masih menjadi mahasiswa dari universitas gunadarma akan mencoba menjadi pemuda yang dapat membangun negara indonesia dengan kemampuan yang saya punya.
Bagi masyarakat pemuda memiliki peranan penting jika pemuda aktif dalam sebuah organisasi. Bersosialisasi membentuk sebuah perkumpulan pemuda agar dapat membangun suatu wilayah yang baik. Banyak kegiatan yang bersifat positif bagi masyarakat jika pemuda pemudi aktif dalam organisasi masyarakat.
Hanya saja faktanya pemuda pemudi di indonesia masih kurang aktif dalam membangun negara karena mengikuti kemajuan teknologi yang membuat mereka semua tergoda dan hancur.
 
 
 
 
 

Kamis, 22 Oktober 2015

Permasalahan Penduduk Indonesia



permasalahan kependudukan di indonesia salah satu yang harus dihadapi di setiap negara,bukan tidak mungkin angka kelahiran di setiap tahunnya akan terus meningkat,dan pemerintah pun  akan kesulitan untuk mensejahterakan rakyat karena dari tahun ke tahun jumlah penduduk indonesia terus meningkat dan anggaran untuk membantu masyarakat menengah kebawah juga ikut meningkat.kebutuhan pokok semakin lama semakin menipis dan lowongan pekerjaan yang terbatas.

1.       Jumlah penduduk besar.

Jumlah penduduk yang besar dapat menimbulkan pengangguran yang banyak sehingga kehidupan sebagian kecil penduduk tidak sejahtera.
Upaya penyelesaiannya :
o   Menambahkan lapangan pekerjaan se banyak-banyaknya agar penduduk mendapatkan kehidupan yang layak.
o   Memperbaiki fasilitas pendidikan, agar SDM negara kita berkualitas tinggi semua
o   Memperbaiki fasilitas kesehatan agar tingkat kematian sedikit dan fasilitas-fasilitas lainnya.

2.      Pertumbuhan penduduk cepat.

Upaya penyelesaiannya :
o   Adanya program KB (Keluarga Berencana) untuk memperlambat pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesehatan ibu untuk mencapai keluarga yang sejahtera.

3.      Persebaran penduduk tidak merata.

            Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena pulau Jawa:
Sebagai pusat pemerintahan.
-      Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
-      Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan
       kerja.
-      Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
-      Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar.
Upaya penyelesaiannya :
-      Pemerataan pembangunan.
-      Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah
       pedesaan.
-      Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan
       alamnya.

4.      Kualitas penduduk rendah.

Kualitas penduduk yang rendah dapat disebabkan karena tingkat pendidikan yang rendah pula.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan pemerintah antara lain:
o   Menambah jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
o   Menambah jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
o   Memperbaiki kualitas guru seperti adanya guru wajib sarjana dan sertifikasi guru.
o   Pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai tahun ajaran 1994/1995.





                                                             
Kualitas penduduk yang rendah menyebabkan pendapatan penduduk rendah pula.
upaya menaikan pendapatan perkapita:
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
a.    Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
b.    Memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program KB dan peningkatan pendidikan.
c.    Memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan, perindustrian, perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
d.    Memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu berkurang.

5.      Komposisi penduduk sebagian besar berusia non produktif

Lebih sedikitnya penduduk yang berusia produktif menyebabkan mereka memiliki beban tanggungan minimal untuk dirinya sendiri, tapi sebagian besar memiliki tanggunangan untukpenduduk usia non produktif dan memenuhi kebutuhan ekonominya. Padahal 12,36% (sekitar 28,89 juta jiwa) penduduk miskin di Indonesia. Artinya masih ada penduduk usia produktif tidak mampu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya, karna faktor kurangnya lapangan pekerjaan, tingkat SDM yang rendah atau sedikitnya pendapatan penduduk tersebut.
Upaya penyelesaiannya :
o   Adanya beasiswa bagi siswa miskin atau siswa miskin berprestasi, untuk mengurangi beban orang tua yang berusia produktif.
o   Adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
o   Adanya pihak-pihak swasta maupun beberapa orang yang mau menyumbang untuk penduduk kurang mampu contohnya menyumbang di panti asuhan.